Pengamatan sampai dengan akhir agustus 2018, luas lahan sawah di Kabupaten Serang yang mengalami kekeringan telah mencapai   1.584 ha dengan 829 ha status ringan, 364 status sedang, 361 status berat dan 77 ha sudah puso di Kecamatan Bandung dan Tanara.

 Khusus untuk komoditi jagung luas kekeringan sudah mencapai 50 ha untuk kecamatan Jawilan dan 20 ha di Kecamatan Anyer. Untuk menyelamatkan dari kerugian yang lebih besar, petani Anyer memutuskan memangkas pohon jagungnya dan menjual tebon ke peternakan sapi di Baros. Berdasarkan informasi, pihak peternakan menerima tebon batang dan daun Rp 600,-/kg.

Walaupun angka puso masih jauh di bawah ambang batas yang berpengaruh terhadap produksi dengan puso 4.000 ha, namun tetap perlu dicarikan solusi permanen untuk meminimalisasi kerugian petani. Optimalisasi saluran irigasi dan rekayasa pengairan menjadi pilihan sebelum akhirnya petani pantura harus mau belajar dan menerima diversifikasi komoditi pangan.

 Berdasarkan data yang diolah dari bulletin BMKG Stasiun Klimatologi Pondok Betung, pada bulan September lebih dari 70% wilayah Kabupaten Serang diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas rendah (21-50 mm). Pada kondisi ini tanaman padi sudah tidak dapat dibudidayakan lagi kecuali untuk yang memiliki sumber air non-hujan (rain-fed)

Walaupun daerah Serang Selatan diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas 51-100mm/bulan tapi belum tentu dengan sebaran hujan harian yang merata sepanjang bulan. Karena itu masih memiliki resiko untuk melaksanakan budidaya jagung dan kedele. Apalagi bila kondisi lahan sangat

Untuk target tanam padi sampai saat ini masih dalam kondisi aman. Walaupun terjadi kekeringan selama hampir dua bulan lebih, angka tanam padi Kabupaten Serang telah mencapai 98% dari target RPJMD seluas 94.064 ha. Sisanya akan dipenuhi dari pertanaman sawah irigasi bulan September.

Memasuki musim tanam MT 2018/2019, diperkirakan terjadi kenaikan curah hujan pada bulan Oktober. Selain Kecamatan Tanara, Tirtayasa, Pontang, Lebakwangi, Ciruas, Carenang, Binuang, Kragilan dan Kibin sudah dapat dilakukan penanaman komoditi jagung dan kedele.

Sedangkan untuk komoditi padi lahan sawah non-irigasi, kegiatan penanaman dapat dilakukan pada akhir oktober atau awal November. Bila mengacu pada perkiraan curah hujan, jadwal tanam padi Kabupaten Serang akan mundur 1 bulan dan kegiatan tanam serempak hampir semua wilayah akan terjadi pada bulan Desember 2018. zd