Bulan Maret seluruh wilayah Kabupaten Serang diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah sampai dengan tinggi. Dengan perkiraan curah hujan ini, pada bulan Maret dimungkinkan dimulai pertanaman padi pada lahan tadah hujan, sawah padi gogo, jagung dan kedele.

Namun berdasarkan peta potensi banjir yang dirilis pada Buletin BMKG Statklim Pondok Betung Tangerang, sebagian besar wilayah Serang Selatan dan Barat berpotensi untuk terjadi banjir dengan intensitas menengah.

 

 

 

 

Pada bulan April, Kecamatan dengan intensitas hujan 201-300 mm (tinggi) dan 151-200 mm (menengah) masih berpeluang untuk dilaksanakan budidaya padi sawah. Sedangkan wilayah dengan intensitas hujan 101-150, untuk sawah tadah hujan dan padi gogo tidak dapat dilaksanakan namun masih dimungkinkan untuk budidaya komoditi jagung dan kedele.

Terjadi penurunan potensi banjir pada bulan April khususnya wilayah Serang Selatan, namun untuk wilayah lainnya yang berwarna kuning masih memiliki peluang terjadi banjir dengan intensitas menengah.

 

 

 

 

 

  

Memasuki bulan Mei, Kecamatan Padarincang dan Ciomas masih dimungkin penanaman padi gogo dan padi sawah tadah hujan.

Untuk Kecamatan Jawilan, Kopo, Tunjung Teja, Baros, Petir, Cikeusal, Bandung dan sebagian Padarincang dan Ciomas masih berpeluang diperoleh pengairan dari hujan (rain-fed) dengan catatan pada bulan April sudah dilaksanakan pindah tanam

Untuk komoditi jagung dan kedele, hampir seluruh wilayah Kabupaten Serang masih dimungkinkan pada bulan Mei. Namun karena fase pembungaan sangat dibutuhkan air dan bila melihat kepada pola curah hujan yang semakin menurun, pada bulan Mei tidak disarankan untuk melaksanakan budidaya kedele dan jagung di wilayah yang berwarna coklat tua kecuali memiliki sumber air sendiri. zd