Data prakiraan curah hujan yang diolah dari Buletin BMKG yang dikeluarkan oleh Statklim Pondok Betung edisi April 2018, pada bulan Mei, wilayah Serang Selatan mendapat curah hujan dengan intensitas Sedang (100-200 mm/bulan). Demikian pula dengan Serang Utara terkecuali untuk wilayah barat kecamatan Pontang dan Ciruas yang diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas rendah (<100 mm/bulan).

Untuk pertanaman padi, jagung dan kedele, kegiatan pertanaman masih dapat dilaksanakan namun memiliki resiko kekurangan air bila hanya mengandalkan air hujan (rain fed) pada saat fase pembungaan. Karenanya semua petugas lapangan tingkat kecamatan harus menginformasikan untuk tunda tanam khususnya komoditi padi tadah hujan memasuki bulan Ramadhan 1439 H.

Pada bulan ini, areal sawah yang memiliki peluang untuk dilanjutkan penanaman sekitar 26.675,22 ha. Berdasarkan pemantauan di beberapa lokasi suhu udara pada saat ini berkisar antara 35-40 derajat Celcius.

 

 

 

 Pada bulan Juni, memasuki pertengahan Ramadhan 1439 H, Serang Utara diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas rendah (<100 mm/bulan).

Wilayah Serang Selatan mulai dari Cinangka hingga Kopo diperkirakan akan mengalami curah hujan dengan intensitas di atas 100 mm/bulan. Wilayah ini masih dapat dilakukan penanaman komoditi jagung dan kedele dengan tetap memperhitungkan waktu terjadinya pembungaan atau fase generatif

Pada bulan Juni seluruh areal yang sudah terlanjur ditanami padi tanpa pompanisasi sudah mulai waspada kekeringan.

Walaupun berdasarkan sifat hujan yang diamati periode 30 tahun-an, masih bersifat normal diharapkan pada bulan Juni kegiatan perbaikan saluran sudah selesai sehingga tidak mengganggu pengairan di areal sawah irigasi untuk mengurangi resiko gagal panen.

 

 

 

Hampir seluruh wilayah Kabupaten Serang pada bulan Juli akan mengalami curah hujan dengan intensitas rendah ( < 100 mm) yang menjadi indikasi untuk semua komoditi tanpa sumber air non curah hujan memiliki kemungkinan kecil untuk dapat ditanam.

Untuk tanaman jagung dan kedele yang ditanam pada bulan sebelumnya masih potensi memperoleh air pada fase pembungaan di bulan Juli khususnya di wilayah Tenggara Ciomas, Selatan Baros, Petir, Tunjung Teja dan Jawilan.

Pada bulan Juni dan Juli, diharapkan seluruh Brigade Alsintan Kecamatan yang memiliki pompa air untuk mulai pengamatan wilayah-wilayah yang akan mengalami kekeringan sehingga dapat mengantisipasi mobilisasi pompa air.

Selain itu pertanaman yang dimulai bulan Mei diharapkan juga menambah jumlah pupuk organik untuk meningkatkan kapasitas jerap air sehingga tanah tidak cepat mengalami kekeringan. zd