Serangan WBC pada musim tanam yang lalu menurunkan hasil produksi padi 40-60% di lokasi yang terserang. Pada umumnya, lokasi yang terserang menggunakan varietas Ciherang, Mekongga dan IR64.

Tanpa memperhitungkan faktor lain, varietas Ciherang yang dirilis pada tahun 2000 dan varietas Mekongga yang dirilis pada tahun 2004 telah menurun daya tahannya terhadap cekaman perubahan iklim dan serangan OPT.

Karenanya diperlukan pergiliran varietas untuk menjaga tingkat produksi padi. Berikut deskripsi varietas Inpari 30 dan 32 yang asal seleksinya adalah varietas Ciherang, jenis yang banyak diminati oleh petani padi di Kabupaten Serang. 

Bagi petani yang berminat untuk mencoba varietas ini dan juga penangkar yang ingin memproduksi varietas ini dapat menghubungi Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, BPSB TPH Prov. Banten atau BPTP Prov. Banten. zd

 

 

Sumber: Balai Besar Penelitan Padi (http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id)


 

1. Dr. Ir. Muchamad Yusron, M.Phil (KEPALA BPTP YANG LAMA)

Dr. Ir. Muchamad Yusron, M.Phil memperoleh gelar sarjana pertanian (jurusan Ilmu Tanah) pada tahun 1985 dari Universitas Brawijaya, Malang. Kemudian pada tahun 1994-1997 menempuh program master di Faculty of Environmental Sciences, Griffith University, Australia mengambil bidang Soil Science. Program doktor (S3) diselesaikan pada Bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor, tahun 2009

Disamping sebagai peneliti, sejak tahun 1999 yang bersangkutan menjabat struktural sebagai Kepala Seksi Perencanaan, dilanjutkan dengan jabatan Kepala Seksi Pelayanan Teknik, Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Puslitbang Perkebunan berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 5398/Kpts/KP.330/12/2011 tertanggal 30 Desember 2011. Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayaagunaan Hasil Penelitian, Puslitbang Perkebunan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1091/Kpts/KP.330/3/2013 tanggal 1 Maret 2013.

Beliau menjabat sebagai Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Banten sejak Juli 2014.

Kariernya diawali dengan bekerja di Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Malang, menjabat sebagai peneliti komoditas kapas, khususnya menangani aspek agronomisnya. Kemudian, pada 1997 pindah ke Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat sebagai peneliti komoditas tanaman obat. Jabatan fungsional Peneliti Muda dijabat sejak tahun 2002. Saat ini banyak melakukan penelitian tentang efisiensi pemanfaatan pupuk pada komoditas temu-temuan dengan memanfaatkan pupuk alam dan pupuk bio.

 

2. Ir. Amirudin Pohan, M.Si. (KEPALA BPTP YANG BARU)

Ir. Amirudin Pohan, M.Si sebelumnya merupakan Kepala BPTP Provinsi NTT dan memangku jabatan fungsional sebagai peneliti muda pada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian R.I. Spesialisasi beliau adalah fisiologi dan reproduksi ternak.

Sumber: http://www.litbang.pertanian.go.id/peneliti