Studi Banding ke Seputih Banyak Lampung Tengah

Oleh: Yuli Saputra,S.TP.,MM. Staf Tanaman Pangan

Di Negeri ini (Indonesia) jagung merupakan makanan pokok kedua dan ubi kayu merupakan makanan pokok ketiga setelah padi, Kabupaten Serang yang memiliki cukup luas areal pertanian dan lebih dari 70 % penduduk bermata pencaharian petani. Melihat kondisi saat ini sekitar 70.000 hektar lahan yang ada di Kabupaten Serang masih belum termanfaatkan dengan optimal, dari keadaan monografi dan struktur tanah yang ada berpotensi untuk pengembangan komoditas jagung dan ubi kayu (singkong).

Namun ada beberapa hal yang harus dibangun dan dibina untuk pengembangan kedua komoditas diatas yaitu : Motivasi petani dan juga pasar yang jelas untuk kedua komoditas diatas. Februari, 2013 tepatnya pada tanggal 21 dan 22 kami mencoba membangun dan membangkitkan kembali semangat para petani di Kabupaten Serang dengan melakukan kunjungan ke kelompok tani mandiri yang rutinitas melakukan budidaya jagung dan ubi kayu, dimana pada lokasi ini terdapat metode atau teknologi pemanfaatan waktu tanam dan penekanan biaya produksi sehingga kedua kombinasi teknologi tersebut memberikan arti tersendiri bagi para petani yang membudidayakannnya. Seperti yang disampaikan

Bp. I Nyoman Kampul (Kepala Kampung) saat menyambut kedatangan rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang di Kedaiaman Bp. I Nengah Arderane (Mangku) Kampung Sakti Buana SB 15 Desa Anemerta Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung, bahwa lebih dari 90 % penduduk yang ada disini berasal dari program transmigrasi Provinsi Bali dan masuk pada Tahun 1962 hingga kini, berbekal tekad dan semangat yang tinggi mereka mampu membuka hutan belantara dan mengubahnya menjadi areal pertanian yang subur dengan komoditi unggulan jagung dan ubi kayu.

Bermodalkan 2 Hektar lahan pemeberian pemerintah mereka mampu mengembangkan hingga puluhan hektar lahan dengan status hak milik, lahan yang subur dan terhampar menjadi hamparan jagung dan hamparan ubi kayu. Dengan mayoritas penduduk yang beragama Hindu mereka mengembangkan kerjasama yang saling bahu membahu untuk membangun lingkungan mereka serta sating membantu untuk meningkatkan penghasilan antar anggota kelompok hingga pada akhirnya mereka mampu mewujudkan petani berdasi dan bergengsi dari sisi penghasilan pertanian mereka.

Ibu Ir. Hj. Yani Herdiani, M.Si (Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Serang), Bp. Zaldi Dhuhana, SP., MPP., MT (Kepala Seksi Tanaman Pangan), Bp. Endang Kurnia, SP., MM (Kepala Bidang Pertanian) beserta rombongan mengucapkan banyak terima kasih atas penyambutan dan banyak berharap dengan adanya tukar pengalaman ini dapat membangkitkan motivasi petani, petugas dan juga seluruh rombongan yang hadir untuk dapat menimba ilmu serta pengalaman dari sini serta yang paling penting dapat dikembangkan sesampainya di Serang nanti, sehingga dapat mengubah lahan tidur yang ada di Kabupaten Serang menjadi hamparan jagung dan ubi kayu yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Walaupun dari status kepemilikan lahan masih jauh berbeda dengan anggota kelompok tani yang ada di sini namun banyak hal lain yang dapat diambil, untuk mengubah status petani dan pertanian yang ada di Kabupaten Serang, sebagai salah satu contohnya adalah pengembangan sistem tumpang sari tanaman jagung dengan tanaman ubi kayu, dari sistem ini dapat menghmat waktu tanam dan juga memperkecil biaya produksi sehingga dicapai hasil produksi yang maksimal, memang sulit mengubah pola pikir petani namun dengan adanya bukti nyata seperti saat ini mudah mudahan anggota kelompok tani yang hadir diprogram study banding ini dapat termotivasi dan mau mencoba untuk mengembangkan metode ini setibanya di Serang nanti. Kunjungan yang sangat mengesankan karena baru kali ini kami melihat hampran jagung dengan luasan lebih dari 1000 Hektar.

Kunjungan kami bertumpu di GAPOKTAN SUKA MAKMUR yang diketuai oleh I Gede Sutapa berada di Kampung Sakti Buana SB 15 Kecamatan Seputih Banyak Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung beranggotakan 15 Kelompok Tani dengan 527 Anggota 2 Kelompok KWT beranggotakan 55 anggota, Total Luas Wilayah 1.550,75 Ha dengan lahan kering 1.238 Ha dan lahan sawah 146,25 Ha, komoditi yang dikembangkan Padi, Jagung, ubi kayu, karet dan kelapa sawit. Semoga dengan melihat plakat kenangan dari kami ini muncul keinginan untuk saling menghubungi dan bertukarpengalaman lebih lanjut baik melalui telepon ataupun kita bisa berjumapa kembali dalam kesempatan yang berbeda dengan tujuan yang sama, yaitu sama sama meningkatkan penghasila petani yang apda akhirnya mengubah dari petani biasa menjadi petani berdasi dan bergengsi.

Terima kasih kami kepada : 1. Keluarga besar Bp I Nengah Arderane (Mangku) 2. Bp. I Nyoman Kampul (Kepala Desa Anemerte) 3. Bp. Narimo (Ka UPTD Kec. Seputih Banyak) 4. Bp. I Gede Sutape (Ketua Gapoktan) 5. Seluruh Penyuluh dan Kelompok tani yang hadir Semoga apa yang telah diberikan kepada kami mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa dan ilmu yang telah kami dapat bermanfaat untuk semua amin....

 

I. Biaya Produksi Jagung/Ha
a. Persiapan lahan 450,000
b. Persiapan tanam (buat garis tanam) 200,000
c. Pupuk Organik (kotoran ayam) 1,800,000
d. Penanaman
- Bibit 3 kantong 870,000
- Obat anti bulai 45,000
- Regen dan ZPT 30,000
- Biaya tanam 300,000
e. Pemupukan I (14 hari)
- Urea 100 kg 190,000
- SP36 100 kg 220,000
- KCl 100 kg 600,000
- NPK 100 kg 250,000
f. Penyiangan (umur 10-15 hari)
- Menggunakan herbisida 250,000
- Plantir dengan sapi 250,000
g. Pemupukan II (umur 30 hari)
- Urea 200 kg 380,000
- NPK 200 kg 500,000
i. Fungisida 450,000
j. Biaya pemupukan 240,000
k. Biaya panen (umur 120 hari) 1,100,000
8,125,000
II. Penerimaan
10,000 kg x Rp 2,000 20,000,000
III. Keuntungan (II - I) 11,875,000
I. Biaya Produksi Ubi Kayu/ha
a. Herbisida sebelum tanam 220,000
b. Stek ubi kayu 600,000
c. Biaya Tanam 400,000
d. Pemakaian herbisida 420,000
e. Pemupukan
- Urea 100 kg 190,000
- NPK 100 kg 250,000
f. Biaya pemupukan 120,000
2,200,000
II. Penerimaan
45,000 kg x Rp 800,- 36,000,000
III. Keuntungan (II-I) 33,800,000