Prakiraan curah hujan bulan Agustus berdasarkan data yang diolah dari Buletin BMKG Edisi Juli 2017 yang dipublikasikan Stasiun Klimatologi Pondok Betung Tangerang, sebagian besar wilayah Kabupaten Serang akan mengalami curah hujan dengan intensitas rendah yaitu 51 – 100 mm dan 21 – 50 mm per bulan. Intensitas hujan menengah akan terjadi sedikit di selatan Kec. Baros dan bagian barat Kec. Tunjung Teja

Dengan prakiraan ini, kegiatan penanaman padi tadah hujan, jagung dan kedele memiliki resiko untuk dilaksanakan. Potensi tanam padi pada bulan Agustus dengan sumber pengairan irigasi ataupun non irigasi sekitar 26.675,22 Ha. Dari potensi pertanaman ini termasuk di dalamnya lahan yang diperkirakan akan panen pada bulan Agustus seluas 16.480 Ha.

Untuk tanaman padi, wilayah-wilayah yang masih mungkin ditanami pada area dengan warna hijau. Sedangkan untuk tanaman jagung, hampir seluruh wilayah dapat ditanami jagung tanpa memperhitungkan faktor Evapotranspirasi Aktual (ETA) dengan curah hujan 51-100 mm/bulan.

Untuk mengurangi ETA, perlu dilakukan rekayasa pengolahan tanah dan pembuatan guludan. Pengolahan tanah tidak perlu di-rotary, cukup disingkal dengan di buat parit untuk larikan tanam. Jadi tanaman di parit bukan di atas guludan. Dengan pola ini, kelembaban tanah dapat dipertahankan lebih lama

Yang penting pula diperhatikan, masa pembungaan (±70 hari) dan formasi biji (±90 hari) membutuhkan air yang relatif banyak. Kekurangan air pada fase ini akan mempengaruhi bobot biji.

 Memasuki bulan September, terjadi kenaikan curah hujan di wilayah Kabupaten Serang walaupun tidak signifikan. Untuk wilayah Tenggara Ciomas, Selatan Baros, Barat Daya Petir dan Tunjung Teja, serta Selatan Pamarayan, Kopo dan Jawilan, diperkirakan curah hujan sudah di atas 100 mm/bulan sehingga pada lokasi ini walaupun tidak memiliki sumber air sudah dapat dimulai pertanaman jagung dan kedele.

Untuk tanaman jagung dan kedele yang ditanam di lahan sawah tadah hujan, potensi lahan mencapai 2.275,78 Ha sedangkan bila ditanam di lahan kering 362,16Ha dengan jenis lahan tegalan/ladang dan rumput/tanah kosong pada wilayah yang tersebut di atas.

Dengan prakiraan intensitas curah hujan seperti ini, untuk lahan sawah tadah hujan tidak disarankan untuk melakukan penanaman komoditi padi walaupun dapat dimungkinkan terjadinya hujan dalam jangka pendek.

Eksplosi serangan WBC di wilayah Kabupaten Serang dan memasuki masa panen selaras dengan kondisi curah hujan bagi petani untuk menunda kegiatan tanamnya sehingga dapat memutus siklus hidup hama WBC.

Sama halnya dengan jagung dan kedele, selain wilayah tersebut di atas, semua petani perlu diinformasikan untuk menunda kegiatan penanaman terkecuali untuk lokasi yang memiliki sumber air non-hujan.

Pada bulan Oktober diperkirakan terjadi kenaikan curah hujan yang signifikan. Wilayah Kabupaten Serang akan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah (> 100 mm) kecuali untuk Kecamatan Pontang, Tirtayasa, Tanara, Lebak Wangi, Carenang, Binuang dan Kibin yang masih terjadi curah hujan dengan intensitas rendah (<100 mm).

Dengan prakiraan curah hujan seperti ini, kegiatan penanaman jagung dan kedele sumber air hujan dapat dimulai untuk wilayah di luar yang disebutkan di atas. Potensi lahan tegalan/ladang, belukar/semak dan rumput/tanah kosong yang dapat ditanami mencapai 10.195,01 Ha.

Untuk komoditi padi, potensi lahan yang bisa mulai ditanami seluas 26.574,3 Ha yang diperoleh dari luas lahan sawah tadah hujan dengan curah hujan > 200 mm dan sawah irigasi. zd