Akhir Juli, Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Serang melaksanakan pelatihan terbatas dengan instruktur Liu Purnomo (www.liupurnomo.com) yang merupakan anggota Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI).

Dalam pelatihan ini, selain pemetaan, peserta juga diberi materi tentang Aeromodelling, fotogrametri, pengenalan drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan cara menerbangkan drone sesuai standar.

Keterampilan survey mapping dengan menggunakan drone sangat dibutuhkan saat ini terkait dengan pekerjaan Bidang Tanaman Pangan.

Dengan terjadinya kekeringan dan eksplosi serangan hama wereng, melalui foto udara dapat dibuat pola perkembangan serangan hama wereng dan potensi kekeringan setiap tahunnya dengan pendekatan spasial. Data spasial ini selanjutnya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan produksi tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Serang.

Termasuk, melalui foto udara, dapat dilihat efektifitas jaringan irigasi sehingga dapat ditentukan langsung lokasi-lokasi yang perlu perbaikan atau pengembangan jaringan baru.

Dengan fotogrametri, dapat diukur pula indeks vegetasi tanaman berdasarkan panjang gelombangnya untuk masing-masing umur tanaman dari mulai fase vegetatif, fase generatif, hingga masa panen dan bera. Data ini selanjutnya dapat dijadikan dasar untuk pemetaan pola tanam dengan menggunakan citra satelit Landsat 8 yang bisa didownload gratis dari USGS (United States Geological Survey).

Kabupaten Serang sebagai daerah pertemuan antara industri dan pertanian juga sangat memerlukan fotogrametri. Perkembangan perubahan lahan yang demikian cepat perlu diantisipasi sehingga laju alih fungsi lahan pertanian dapat dikendalikan dalam upaya menjaga swasembada pangan yang berkelanjutan.

Data spasial tentunya akan men-generate kebijakan dengan pendekatan ruang sehingga alokasi sumber daya, baik itu infrastruktur, peralatan dan mesin, maupun SDM sesuai dengan potensi dan permasalahan masing-masing lokasi. Hal yang sulit dicapai oleh data tabular ataupun data non-spasial lainnya.

Saat ini bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura baru memiliki drone quad-copter dengan daya jelajah terbatas (sekitar 20 ha). Tentunya untuk meningkatkan daya jelajah ini perlu menggunakan drone fix wing dengan capaian foto udara hingga 1.000 ha untuk 1 misi penerbangan. (zd)