Peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kab. Serang 41.097,87 ha

 

Peta Lahan Potensi Jagung Kab. Serang 50.774,47 ha

 

Peta Klasifikasi Tanah Kabupaten Serang

 

Peta Zona Musim (ZOM) Kabupaten Serang


 

Sampai dengan akhir September 2016 data sementara menunjukkan realisasi tanam komoditi padi telah mencapai 95.111 ha atau 100,19% dari rencana seluas 94.925 ha.


Sedangkan luas panen tahun 2016 pada bulan September sudah mencapai 80.742 ha atau 91,22% dari target sebesar 88.513 ha. Sisa luas panen 7.771 ha periode Oktober – Desember 2016 bergantung kepada intensitas curah hujan yang berkorelasi juga dengan potensi banjir dan peningkatan serangan hama penyakit.


Terkait dengan curah hujan bulan Oktober, terdapat 25.479,04 ha lahan sawah di Kabupaten Serang yang akan mendapat curah hujan di atas 200 mm. Lokasi ini menjadi target luas tanam minimal memasuki musim tanam MT 2016/2017. Wilayah Serang Selatan didominasi dengan intensitas curah hujan Sedang sampai dengan Sangat Tinggi.


Hal ini berlaku pula dengan daerah hilir sungai yaitu Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Kondisi ini menjadi indikasi meningkatnya potensi terjadinya banjir di Kabupaten Serang sebagai daerah hilir sungai. Perbaikan saluran drainase di daerah endemik banjir perlu mendapat perhatian.
Selain itu penggunaan varietas tahan genangan seperti Inpara perlu didorong penggunaannya terutama dari sisi penyediaan benih dan penggunaan varietas yang mudah rebah perlu dihindari seperti Inpari Sidenuk.


Disamping itu pada tahun 2016 ini hampir tidak ada musim kemarau dan langsung dilanjutkan dengan musim hujan pada bulan Oktober. Di beberapa wilayah, tanam bulan oktober ini merupakan musim tanam ke-III di tahun 2016.
Tapi pada saat yang bersamaan terjadi pula peningkatan resiko serangan penyakit terutama Blast yang menyerang hampir seluruh wilayah Kabupaten Serang namun dengan intensitas serangan yang bervariasi.

  

Pada bulan November, intensitas curah hujan lebih tinggi dibandingkan bulan Oktober. Berdasarkan perhitungan spasial paling tidak terdapat 27.332,51 ha lahan sawah yang siap untuk ditanami. Kecamatan Anyer, Mancak, Gunungsari, Cinangka, Padarincang, Ciomas, bagian Selatan Baros, Petir Tunjung Teja, Pamarayan, Jawilan dan Kopo merupakan wilayah yang akan mengalami curah hujan tinggi.

  

Memasuki bulan Desember, curah hujan di wilayah Kabupaten Serang diperkirakan semakin meningkat dan merupakan puncak hujan pada tahun 2016. Pada bulan ini luas areal sawah yang dapat ditanami berdasarkan perhitungan spasial mencapai 35.814,6 ha.

 

Walaupun beberapa kecamatan berada pada luas areal yang disebutkan di atas, namun dengan dukungan saluran Pamarayan Barat (Kramatwatu), Saluran Pamarayan Utara (Ciruas, Kragilan), saluran Pamarayan Timur (Kibin) dan Kali Cidurian (Cikande dan Binuang) masih punya potensi untuk ditanami sehingga pada bulan Desember diperkirakan hampir seluruh wilayah Kabupaten Serang dapat ditanami komoditi padah sawah.


Selain peningkatan intensitas serangan hama dan penyakit, agar petani memperoleh penjualan harga gabah yang tinggi, permasalahan berikutnya adalah kualitas gabah yang dipanen di musim hujan. Merupakan hal yang jamak terjadi kualitas gabah yang dipanen di musim hujan biasanya lebih jelek dengan yang dipanen pada musim kering.


Hal ini disebabkan proses pengeringan pada umumnya masih menggunakan lantai jemur atau penjemuran di lapangan dengan menggunakan terpal. Akibatnya pengeringan tidak optimal sehingga gabah yang disimpan atau dipanen belum mencapai kadar air minimal dan selanjutnya butir beras cenderung berwarna kuning karena proses fermentasi. Hasilnya adalah harga jual gabah petani yang rendah.


Pada kondisi ini, pembangunan pusat-pusat pengeringan (drying center) merupakan solusi untuk menjaga mutu gabah petani dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh industri beras modern. Hingga saat ini, grain dryer dengan kapasitas minimal 10-15 ton berjumlah tidak lebih dari 4 unit se-Kabupaten Serang dan jumlah gabah yang dipanen setiap musimnya mencapai 250.000 ton. Dryer dengan kapasitas sejumlah ini dalam satu musimnya hanya bisa melayani maksimal 10.000 ton.


Karena itu strategi pengembangan pasca panen ke depannya untuk Kabupaten Serang adalah Penanganan Pasca Panen yang mendukung peningkatan mutu gabah melalui pengembangan drying center. Untuk pengembangannya, sesuai instruksi Ibu Bupati Serang, PT Serang Berkah Mandiri (BUMD) akan ikut membantu petani dengan mendirikan gudang dan dryer sehingga kualitas gabah petani dapat terjaga dalam penyimpanan dan memiliki harga yang tinggi.


Selain masalah kadar air gabah, mutu beras yang dihasilkan oleh penggilingan kecil di Kabupaten Serang yang jumlahnya mencapai 500 unit yang tersebar di 29 kecamatan juga perlu mendapat perhatian.


Akibat usia alat dan sistem pengolahan yang kurang tepat, beras hasil penggilingan padi kecil ini pada umumnya memiliki kadar biji patah yang tinggi (broken) sehingga harga beras dari penggilingan kecil ini bernilai rendah. Padahal penggilingan padi kecil yang jumlahnya ratusan ini merupakan pemasaran utama gabah hasil panen di Kabupaten Serang. Harga pembelian gabah yang rendah di tingkat petani menjadi sebuah konsekuensi logis.


Karenanya pengembangan penggilingan padi sistem rice to rice perlu pula mendapat perhatian. Untuk mengurangi kadar biji patah, penggilingan padi kecil cukup mengolah gabah sampai dengan PK (pecah kulit). Selanjutnya beras PK (unpolished rice) dikirim ke penggilingan padi yang berfokus pada polishing sehingga beras yang dihasilkan memiliki mutu yang tinggi sesuai standar industri pabrik beras dan pada saat yang bersamaan dapat menghidupkan penggilingan padi kecil.


Pengembangan Jagung


Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian Pertanian telah mengalokasikan Program Pengambangan Budidaya Jagung Hibrida di Lahan Khusus. Kabupaten Serang mendapat alokasi 3.850 ha yang direncanakan dikembangkan di lahan tidur, lahan kering, lahan milik pesantren atau yayasan, dan lain sebagainya.


Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kehutanan Peternakan dan Perkebunan Kab. Serang membangun kerjasama dengan Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), KODIM 0602/Serang, dan KODIM 0623/Cilegon dan beberapa Polsek Kecamatan.


Tujuan pelibatan unsur-unsur tersebut untuk mendorong percepatan perluasan tanam jagung di Kabupaten Serang. Dengan potensi pasar 934.837 ton jagung pipilan kering kebutuhan 8 feed mill (pabrik pakan) di Kabupaten Serang (18% dari kebutuhan bahan baku pabrik pakan nasional), pengembangan jagung hibrida sangat layak dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara produksi jagung pipilan kering Provinsi Banten per tahun berkisar di angka 10.000 ton.


Selain itu pelibatan taruna menjadi upaya kaderisasi di sektor pertanian yang selama ini didominasi oleh pelaku yang sudah berumur di atas 45 tahun. Dengan nilai bisnis yang sangat menjanjikan ini para pemuda akan tertarik untuk turut serta dan secara bertahap akan menggantikan generasi sebelumnya.


Pembentukan tata niaga komoditi ini, sesuai harapan Ibu Bupati Serang, akan melibatkan PT SBM (atau anak perusahaannya) untuk mengolah tongkol kering hasil panen petani untuk kemudian dipasok ke pabrik pakan sesuai standar. Sistem pembelian kontan dan pendirian Drying Center ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan (gap) dalam tata niaga jagung antara petani dan pabrik pakan. Selanjutnya sistem ini akan meningkatkan gairah petani untuk memanfaatkan seluruh lahan kering potensial dan sawah bera dan pada akhirnya dapat memberikan tambahan penghasilan untuk petani pelaku.


Dalam salah satu pertemuan yang dihadiri oleh Kadis PKPP, Pembina Komunitas Mandiri, Kabid Pertanian unsur Kodim 0602 dan 0623, Ketua KNPI Kab. Serang, Dir. OPS PT SBM, beberapa pengurus karang taruna kecamatan mengusulkan agar dibentuk suatu wadah yang akan mengakomodasi pola-pola pengembangan usaha seperti dan pada saat itu muncul ide nama “Patriot Pemuda Tani”.


Tidak salah bilah dikatakan bahwa dimanapun di belahan dunia, pelopor perubahan adalah pemuda. Mungkin hal ini pula yang mendasari terjadinya Sumpah Pemuda. ZD.