Survei sosial ekonomi nasional atau Susenas Tahun 2015 di Provinsi Banten, menunjukkan bahwa tenaga kerja di sektor pertanian didominasi oleh kelompok umur di atas 35 tahun sebesar 75% dan di atas 55 tahun mencapai 25% dari total angkatan kerja sektor pertanian.

Data di atas berbanding terbalik dengan sektor industri pengolahan yang didominasi angkatan kerja umur 24-29 sebesar 19,16%. Fakta ini menunjukkan bahwa tenaga kerja di sektor pertanian tidak mengalami regenerasi dan cenderung stagnan.

Selain itu hasil sensus pertanian yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik pada tahun 2013 menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga petani telah berkurang sebesar 62.866 rumah tangga petani atau 33% selama 10 tahun sejak tahun 2003.

Karakteristik angkatan kerja sektor pertanian dan penurunan jumlah rumah tangga petani selama kurun waktu 10 tahun mengindikasikan bahwa suatu saat sektor pertanian akan mengalami kelangkaan tenaga kerja.

Pada saat yang bersamaan potensi sumberdaya lahan dan sumberdaya ekonomi berupa pasar komoditi baik berupa pusat industri pertanian ataupun pasar retail di Jakarta dan Tangerang menunggu untuk di manfaatkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk memajukan ekonomi masyarakat dengan berbasis kepada potensi lokal diperlukan upaya sosial dengan menggandeng pelaku-pelaku pembangunan di wilayah setempat.

Karena itu, Ibu Bupati Serang, Hj. Ratu Tatu Chasanah,SE.M.Ak, pada tanggal 21 Nopember 2016 melantik Patriot Taruna Tani di Aula Setda II Pemda Kabupaten Serang sebagai bentuk ajakan kepada pemuda taruna yang ada di tingkat lokal mengingat angkatan muda memiliki kesempatan yang lebih panjang dan potensi energi yang lebih besar dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang usaha di sektor pertanian.

Turut hadir dalam acara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Ir. H. Dadang Hermawan dan Pembina Komunitas Petani Mandiri Dr.Ir. Robi Ramli,Amsc, dan Ketua Karang Taruna Kab. Serang, Saeful Rahmat.

Organisasi pemuda yang beranggotakan Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Kabupaten Serang, diketuai oleh Marpindo Desra, dibantu Sekeretaris Kurman, Bendahara Hamrowi, Seksi Peralatan Perlengkapan Indra, Seksi Perawatan Dedi, dan Seksi Dokumentasi & Publikasi. Anggotanya berasal dari tiga unsur tersebut di 29 kecamatan se-Kabupaten Serang.

Dalam sambutan pelantikan tersebut, Ibu Bupati Serang menyampaikan Patriot Taruna Tani diharapkan menjadi pelaku pembangunan pertanian terdepan terlebih organisasi ini berasal dari lembaga pemuda yang telah lama dikenal kiprahnya ditengah-tengah masyarakat. Bersama-sama dengan komponen masyarakat lain seperti TNI, POLRI, Ponpes, Lembaga Pendidikan, Kelompok Tani, maupun perorangan, Patriot Taruna Tani dapat memanfaatkan program pembangunan pertanian.

Beliau juga menyampaikan bahwa telah dibentuk anak perusahaan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Serang yang khusus bergerak di sektor pertanian, PT AGRO SERANG BERKAH (satu-satunya di Provinsi Banten, BUMDspesialisasi di Sektor Pertanian). Dengan adanya PT ASB harapannya akan terjadi sinergi dengan Patriot Taruna Tani dan semua petani jagung di Provinsi Banten dalam memanfaatkan Potensi Pasar Feed Mill yang ada di Kabupaten Serang.

Setelah pelantikan, Pemuda Patriot Tani langsung bergerak. Dari total penyerapan Pengembangan Jagung Pipilan Kering di Lahan Khusus 1.428 ha, tercatat Patriot Taruna Tani sudah menggarap 192 ha dengan biaya olah tanah diperoleh secara mandiri. Dengan asumsi, pada akhir bulan Pebruari, Dryer PT. ASB sudah terinstalasi, penyerapan hasil panen jagung sudah dapat dimulai.

Keterlibatan pemuda, secara bertahap, akan meregenerasi angkatan di atasnya.  Pergantian pelaku adalah hukum alam yang pasti terjadi karena tidak ada seorangpun yang hidup selamanya. Tapi kaderisasi harus dipersiapkan. Kata orang bijak, keberhasilan suatu periode tidak hanya dilihat bagaimana prestasi pelaku sejarah saat itu tapi bagaimana keberhasilan pelaku sejarah pada periode selanjutnya. Proses regenerasi harus dirancang, tidak bisa diserahkan pada proses alamiah bila tidak mau adanya kesenjangan (GAP) generasi.

Konsep berikutnya yang akan digulirkan adalah melibatkan seluruh pemuda pengangguran di seluruh desa untuk menjadi pengelola alsintan secara profesional. Ada fenomena bahwa alsintan bantuan yang dikelola kelompok tani tidak optimal dalam perawatannya. Hal ini disebabkan petani terpecah perhatiannya antara lahan sawah dan pemeliharaan alsintan.

Dengan melibatkan pemuda umumnya dan Patriot Taruna Tani khususnya, alsintan dikelola oleh pemuda yang telah dilatih untuk mengoperasikan Paddy Transplanter dan persemaian kering, Traktor roda dua secara simultan, dan Mini Combine Harvester dengan pelayanan meliputi satu desa. Jadi tidak hanya di areal poktan.

Pada dasarnya sama dengan konsep UPJA, tapi dengan sentuhan tata kelola yang baik dan memberdayakan pemuda-pemuda di desa. Di satu sisi, petani dapat lebih fokus dalam mengamati perkembangan pertanaman tanpa dipusingkan dengan proses penanaman, pengolahan tanah dan panen. Harapannya Brigade Tanam dan Brigade Panen yang jadi aset Pemerintah ini pun dapat dikelola oleh para pemuda.

Selain itu karena pelayanannya satu desa atau areal yang lebih luas dari garapan poktan, biaya operasional dapat lebih murah, akibatnya petani mengeluarkan biaya produksi yang lebih rendah dengan catatan para pemuda dilatih untuk mengelola dengan efisien. Keuntungan harusnya lebih meningkat.

Upaya ini bukan tanpa kendala, terutama masalah sosial budaya. Tapi dengan cara inilah Allah SWT membuat kita jadi JUARA. zd.


 

 

 

 

                             Peta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kab. Serang 41.097,87 ha

 

Peta Lahan Potensi Jagung Kab. Serang 50.774,47 ha

 

Peta Klasifikasi Tanah Kabupaten Serang

 

Peta Zona Musim (ZOM) Kabupaten Serang