Pada bulan April, berdasarkan Analisis Prakiraan Curah Hujan yang dipublikasikan oleh Stasiun Klimatologi Pondok Betung, Daerah Serang Barat dan sebagian Serang Selatan akan mengalami curah hujan di atas 200 mm. Sedangkan Serang Utara diperkirakan akan mulai memasuki musim kemarau atau curah hujan di bawah 200 mm.

Dengan prakiraan tersebut, pada bulan April, ada potensi sekitar 12.334,74 Ha sawah tadah hujan yang masih bisa ditanami dari luas total sasaran tanam bulan April 2017 sebesar 9.285 ha. Jumlah potensi ini belum lagi ditambah dari sawah irigasi.

Memasuki bulan Mei, terjadi penurunan rata-rata curah hujan dibandingkan bulan sebelumnya. Wilayah yang mengalami intensitas curah hujan tinggi (301-400 mm) sudah tidak ada dan 60% wilayah Serang akan mengalami intensitas curah hujan menengah (101-150 mm).

Potensi sawah tadah hujan yang masih mungkin ditanami pada bulan Mei diperkirakan mencapai 7.544,83 Ha dengan sasaran luas tanam pada bulan Mei seluas 7.943 Ha tanpa menghitung potensi luas sawah irigasi.

Penurunan curah hujan signifikan diperkirakan akan terjadi pada bulan Juni dengan seluruh wilayah Kabupaten Serang akan mengalami curah hujan dibawah 200 mm sehingga angka tanam pada bulan Juni bergantung sepenuhnya kepada Sawah Irigasi ataupun sawah tadah hujan yang memiliki sumber air.

Berdasarkan data, luas sawah ber-irigasi mencapai 26.675,22 Ha, menjadi potensi angka tanam pada bulan Juni dengan sasaran luas tanam sebesar 16.047 Ha.

Dengan prakiraan curah hujan dari Stasiun Klimatologi Pondok Betung dan peta sawah Kabupaten Serang, dengan asumsi faktor lain tidak berpengaruh signifikan, pada bulan April sampai dengan bulan Juni realisasi luas tanam dapat mencapai sasarannya.

Namunpun demikian, informasi tentang prakiraan curah hujan, terutama bagi para petani yang menggarap sawah tadah hujan tanpa sumber air lain ataupun sawah irigasi yang mengalami kerusakan saluran perlu disampaikan secara jelas tentang resiko kekurangan air dengan mengacu kepada sebaran intensitas curah hujan bulan April hingga Juni 2017.

Beberapa poin penting yang perlu disampaikan:

  1. Sawah tadah hujan pada areal warna hijau muda perlu dipercepat penanaman maksimum pada bulan awal April sehingga pada saat umur 60 hari tanaman masih memperoleh air dan pada umur 75 hari keadaan tanam masih lembab
  2. Untuk sawah irigasi, perlu disarankan praktek budidaya padi dengan menggunakan air secara efisien untuk antisipasi penurunan debit air bendung air Pamarayan terutama pada bulan Juni
  3. Untuk daerah yang perlu percepatan olah tanah ataupun penggunaan pompa air dapat mobilisasi alsintan pengolahan dan pompa air. Rasio sebaran pompa air dan traktor terhadap luas lahan sawah per kecamatan dapat dilihat pada peta di bawah sehingga memungkinkan mobilisasi alsintan pada kecamatan terdekat
  4. Untuk mengurangi resiko kerugian, petani disarankan untuk alih komoditi menjadi palawija dan untuk wilayah dengan resiko tinggi dianjurkan untuk bergabung dengan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)

Peta sebaran alsintan traktor dan pompa air diolah berdasarkan data dari Bidang Prasaran dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Serang terlihat bahwa beberapa daerah dengan rasio yang besar bukan pada sentra produksi padi, artinya sebaran traktor dan pompa air belum berdasarkan  luas baku lahan sawah. Ini menjadi tambahan justifikasi bahwa alsintan pra panen dan pasca panen perlu dikelola dalam bentuk brigade sehingga mobilisasi alsintan akan lebih mudah bilamana dibutuhkan. (zd).