A. Strategi

Untuk pencapaian Visi Misi Dinas Pertanian Kabupaten Serang Tahun 2011-2015 dilakukan melalui strategi yang komprehensif yang dirancang secara realistis dan rasional dengan langkah-langkah sebagai berikut :

 

  1. Revitalisasi Pertanian yang mengarah untuk meningkatkan pengelolaan potensi pertanian secara optimal dalam upaya peningkatan ketahanan pangan, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.
  2. Meningkatkan produksi pertanian melalui intensifikasi, diversifikasi, pengembangan dan rehabilitasi dengan menerapkan rekayasa ekonomi, rekayasa sosial dan rekayasa teknologi
  3. Membangun dan mengembangkan sumberdaya manusia pertanian menjadi sumberdaya manusia agribisnis melalui transfer pengetahuan.
  4. Mendorong dan mengembangkan pola kemitraan agribisnis antara petani/kelompok tani dengan berbagai pihak yang difasilitasi oleh pemerintah.
  5. Meningkatkan produktifitas komoditas-komoditas unggulan untuk memenuhi permintaan pasar baik untuk wilayah sendiri maupun daerah lain.
  6. Meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam ( SDA ) secara optimal untuk menjamin kesinambungan proses kegiatan pembangunan.

 

B. Kebijakan

Dalam melaksanakan strategi pembangunan pertanian periode 2011-2015 Dinas Pertanian Kabupaten Serang berpedoman kepada 6 bidang arah kebijakan yaitu :

  1. Mengembangkan usaha pertanian
  2. Mengembangkan sistem ketahanan pangan
  3. Meningkatkan kemandirian dan produktivitas usaha
  4. Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global
  5. Memperkuat ketahanan pangan dan menyiapkan SDM.
  6. Mengembangkan perhutanan sosial

Penjelasan dari masing masing arah kebijakan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengembangkan Usaha pertanian

Dalam mengembangkan usaha pertanian berorientasi pada usaha agribisnis yang bertujuan pada peningkatan pendapatan petani untuk kesejahteraannya. Deskripsi kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut

 

  • Pengembangan usaha agribisnis dengan prioritas komoditas spesifik lokal yang bernilai ekonomi tinggi baik on farm maupun off farm.
  • Meningkatkan nilai tambah produk pertanian di tingkat petani melalui penanganan pasca panen sampai pada pengolahan hasil, dan pemasarannya.
  • Peningkatan skala usaha melalui penambahan permodalan usaha pada budidaya sampai pada pengelolaan pasca panen produk pertanian

 

2. Mengembangkan Sistem Ketahanan Pangan

Dengan tujuan untuk mengamankan ketersediaan pangan baik jumlah maupun kualitas memenuhi azas ASUH (aman, sehat,utuh dan halal) serta memenuhi standar gizi yang telah direkomendasikan termasuk didalamnya mengantisipasi dan penanggulangan terjadinya rawan pangan. Deskripsi kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut:

 

 

  • Meningkatkan ketersediaan pangan baik hewani maupun nabati.
  • Mengembangkan diversifikasi pangan yang bergizi untuk menurunkan ketergantungan pada sumber karbohidrat dari beras.
  • Mengembangkan system antisipasi dini terhadap kerawanan pangan.

 

 

 

3. Meningkatkan Kemandirian dan Produktivitas Usaha

 

Maksud kemandirian disini adalah kemandirian sumberdaya manusia petani dan aparatur yang mampu membaca kebutuhan konsumen dan situasi pasar sehingga mampu memilih komoditas yang dibutuhkan serta mampu menerapkan inovasi teknologi tepat guna yang akhirnya tercapai produktivitas komoditas yang optimal. Deskripsi kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut:

 

  • Pengembangan usaha pertanian komoditi tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan dan kehutanan dengan pendekatan kawasan/wilayah
  • Menghidupkan dan memperkuat lembaga pertanian melalui revitalisasi penyuluhan dan pendampingan petani.
  • Peningkatan kemampuan dan kualitas SDM pertanian..
  • Penguatan sistem informasi pemasaran dan manajemen usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk-produk pertanian
  • Membangun keunggulan bersaing komoditas pertanian di Kabupaten Serang berdasarkan keunggulan komparatif.

 

4. Mengembangkan Perekonomian yang Berorientasi Global

 

Dalam mengembangkan perekonomian yang berorientasi global adalah dapat meningkatkan daya beli dan pendapatan masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan dasar dari produksi komoditi tanaman pangan dan hortikultura, peternakan,perkebunan dan kehutanan sesuai potensi. Dalam menghadapi globalisasi perlu menumbuh kembangkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif sesuai kompetensi produk unggulan yang dimiliki. Deskripsi kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut:

  • Stabilnya kembali ekonomi masyarakat yang berorientasi global dan penerapan teknologi tepat guna yang mengarah pada keunggulan komparatif dan kompetitif sesuai dengan kompetensi produksi ungulan yang ada.
  • Meningkatnya pendapatan dan daya beli masyarakat melalui pengembangan usaha dibidang tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, perkebunan dan kehutanan.
  • Meningkatnya produksi tanaman pangan dan hortikultura,peternakan, perkebunan dan kehutanan untuk memenuhi kebutuhan pokok, dan menjamin ketahanan pangan, sandang dan papan masyarakat yang berorientasi pada permintaan pasar.
  • Terjalinnya hubungan kemitraan yang sinergis, saling menunjang dan menguntungkan antara masyarakat dengan pihak ketiga yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah.

 

5. Memperkuat Ketahanan Pangan dan Menyiapkan SDM

Dalam upaya memenuhi kecukupan pangan diseluruh wilayah baik kuantitas maupun kualitas, sehingga dapat terjangkau oleh masyarakat, dengan melibatkan dan menggerakkan sumberdaya aparatur pertanian , petani dan stake holder lainnya. Deskripsi kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut :

  • Mendorong Pembenahan sub sistem hulu sampai hilir, terutama pada sub sistem budidaya dan pengolahan hasil
  • Mempertahankan dan meningkatkan swasembada beras baik kuantitas maupun kualitas
  • Meningkatkan aktivitas pencegahan hama penyakit tanaman dan ternak melalui pemberdayaan masyarakat serta pihak swasta.
  • Pengembangan perbenihan tanaman pangan & hortikultura, peternakan, perkebunan dan kehutanan.
  • Meningkatkan profesionalisme aparat pertanian mulai dari tenaga admisnistrasi sampai dengan tenaga teknis melalui pendidikan dan latihan.
  • Melaksanakan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan yang intensif untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap para petani dan masyarakat pertanian lainnya.

 

6. Mengembangkan Perhutanan Sosial

Perhutanan sosial bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan hutan dalam jangka panjang bagi kelestarian produksi kayu dan produksi hutan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Deskripsi kondisi yang diharapkan adalah sebagai berikut ;

  • Memantau perubahan kebutuhan dan harapan masyarakat dari dampak social hutan terhadap masyarakat.
  • Pemanfaatan hutan untuk diversifikasi usaha guna mendukung produksi pangan melalui peningkatan nilai tambah dan manfaat hasil hutan, melalui partisipasi masyarakat dalam penanganan hutan yang menghasilkan produksi non kayu.